🌍 Kuis Anak-Anak yang Mengubah Dunia
Cocokkan tokoh dengan usia saat mereka mulai beraksi.
Sumber: CNN Travel (2021)
Melati dan Isabel, yang berumur 12 dan 10 tahun, adalah kakak adik dari Pulau Bali. Sejak kecil, mereka suka bertualang, seperti bersepeda ke daerah-daerah pedesaan. Alam Bali adalah tempat bermain mereka.
Di sekolah, Melati dan Isabel belajar tentang orang-orang yang mengubah dunia, seperti Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi. Terinspirasi dari tokoh-tokoh tersebut, Melati dan Isabel berpikir, “Perubahan apa, ya, yang bisa kita buat sekarang sebagai anak-anak Pulau Bali?”
Ternyata jawabannya ada di depan mata mereka. Di pantai, Melati sering melihat tumpukan sampah plastik. Ketika bersepeda, Isabel selalu melihat sampah plastik bertebaran.
Mereka sadar bahwa tempat bermain mereka yang indah semakin kotor, dan waktunya untuk mereka berkata, “Cukup!” Melati dan Isabel tahu mereka harus berjuang untuk membuat Pulau Bali bebas dari sampah plastik. Gerakan ini mereka namakan Bye Bye Plastic Bag.
Mereka pun membuat petisi untuk mengurangi sampah plastik. Selain petisi, mereka juga ingin mendorong Gubernur Bali untuk membuat peraturan yang melarang kantong plastik.
Banyak orang meremehkan Melati dan Isabel karena mereka masih anak-anak. Melati dan Isabel kembali ingat pelajaran mengenai Mahatma Gandhi yang melakukan mogok makan, atau puasa, untuk mendorong perubahan. Mengikuti kegigihan Gandhi, Melati dan Isabel berjuang keras agar Gubernur Bali mau bertemu dengan mereka.
Setelah mogok makan selama 24 jam, Gubernur Bali akhirnya bersedia menemui Melati dan Isabel. Pertemuan ini membuka banyak pintu agar Bye Bye Plastic Bag dapat bekerja sama dengan berbagai cabang pemerintahan.
Selama 6 tahun, Melati dan Isabel juga berjuang bersama-sama banyak orang dan media. Akhirnya pada 2019, Bali menyatakan larangannya terhadap plastik sekali pakai. Melati dan Isabel pun diundang ke United Nation, TED Talks, dan mendapatkan berbagai penghargaan, termasuk gelar “Anak remaja paling berpengaruh” oleh Forbes, Times, dan CNN.
Melati dan Isabel menunjukkan bahwa usia bukanlah masalah. Semakin lama, gerakan Bye Bye Plastic Bag menjadi semakin besar dan tersebar ke seluruh dunia.
“Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.”
Dimodifikasi dari Limuria, Abigail & Kadiman, Grace. (2019). LALITA: 51 Cerita Perempuan Hebat Indonesia
📘 Kosakata Baru / Kata-kata Sulit
Klik setiap kata untuk melihat arti atau maksudnya.
📝 Pertanyaan Pemahaman Bacaan
Klik setiap pertanyaan, lalu tuliskan jawabanmu.
“Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.”
Menyampaikan Pendapat
Apa pendapat kalian tentang usaha yang dilakukan Isabel dan Melati Wijsen?
Sekarang kalian akan mencermati pernyataan-pernyataan dalam tabel yang sesuai dengan teks “Isabel dan Melati Wijsen”. Kemukakan pendapat kalian dengan menunjukkan bagian teks yang mendukung.
Diskusikan bersama teman sebangku, lalu sampaikan pendapat kalian di kelas.
Setelah membaca teks “Isabel dan Melati Wijsen” dengan cermat, beri tanda centang (✓) pada kolom yang sesuai dan tuliskan alasan kalian.
Diskusikan hasilnya bersama teman-teman sekelas.
Bacaan tentang Melati dan Isabel di atas diambil dari buku biografi. Buku Biografi adalah buku nonfiksi yang mengisahkan kehidupan seorang tokoh. siapa tokoh favoritmu? Apakah kalian pernah membaca buku biografinya?





